Sunday, September 25, 2016

Sakit dan Kematian

Sakit dan Kematian Hanya Masalah Waktu
Menghadapi rasa sakit yang mendera tentu selalu terasa dekat dengan kematian. Sebuah keniscayaan yang tak dapat dipungkiri manusia adalah sakit dan kematian. Manusia adalah makhluk yang bersumber dari tanah yang begitu rentan terkena kuman yang membuat tubuh menjadi abnormal, alias kena penyakit. Terkadang penyakit yang berkepanjangan diakhiri dengan kematian yang niscaya tak dapat dielakan. Meskipun ada beberapa kasus yang mana penyakit tidak selalu berakhir dengan kematian, tapi dapat sembuh dengan sendirinya ataupun melalui perantara.

Memahami keterkaitan antara sakit dan kematian sangatlah sulit. Kadang kedua hal ini tak dapat dikaitakan, akan tetapi disisi lain ia saling berhubungan. Lebih menarik lagi bila kita memahami kedua hal diatas dengan kacamata relegius. Mungkin kita dapat menangkap relasi antara sakit dan kematian.

Kita tahu bahwa agama manapun tidak memungkiri bahwa kematian itu adalah sesuatu hal yang mesti dilalui oleh setiap makhluk hidup. Bahkan prasyarat sebuah agama adalah adanya unsur eskatologi yakni ilmu yang mempelajari kehidupan setelah mati. Dalam Buddha dikenal dengan reinkarnasi dan dalam agama samawi disebut dengan surga dan neraka. Fase setelah kehidupan ini adalah kematian yang kemudian mengantarkan pada kehidupan yang abadi, baik itu di neraka maupun di surga.

Hidup setelah mati sering kali dipandang sebagai sesuatu yang sangat menakutkan. Akan tetapi bagi sebagai orang kematian menjadi sesuatu yang sangat dinantikan. Karya Harry Porter mewakili bahwa kematian itu tidaklah begitu menakutkan, bahkan karya fenomenal ini terinspirasi dengan kematian. Bagi mereka yang telah menonton film Harry Porter tidaklah merasa takut melihat mereka yang telah mati hidup kembali atau lebih populer disebut dengan “hantu”. Tentunya ada pula film yang menggambarkan bahwa hidup setelah kematian itu sangatlah menakutkan seperti yang terlihat pada film-film horor yang beredar di tanah air.

Kematian memang menjadi sebuah misteri yang hingga kini tak dapat dipecahkan oleh manusia karena satu-satunya yang menentukan kapan datangnya kematian itu adalah Allah Yang Maha Esa. Sebagai manusia kita menjalini “jatah” hidup yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Tak sedikit yang mengharapkan agar kematian segera menghampiri mereka. Namun, ada pula yang mencoba untuk lari dari kematian kerena menganggap bahwa kematian adalah sesuatu yang sangat menakutkan.

Salah satu realitas yang dapat dicermati adalah kematian yang diawali dengan penyakit yang mendera manusia. Berawal melalui penyakit datanglah ajal menjemput. Meskipun ada beberapa kematian yang tidak didahului dengan penyakit, seperti mati karena kecelakaan dan mati terbunuh.

Ketika dalam keadaan sakit, kita sering kali ingat dengan kematian. Mungkinkah sakit yang melanda saat ini adalah akhir dari perjalanan hidup di dunia nan fana ini. Salah satu dari manfaat sakit adalah membuat kita ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, perbanyaklah ingat dengan kematian agar kita dapat mengintropeksi hidup ini menjadi lebih baik lagi dan semakin dekat dengan Tuhan Pencipta Alam.

Untuk itu, sudah saatnya kita mensyukuri segala sesuatu yang telah melanda kita baik itu dalam keadaan sehat maupun dengan keadaan sakit. Tuhan memberikan kepada kita nikmat sehat dan nikmat sakit sesuai dengan kadar kesanggupan kita sebagai makhluk Allah SWT. Takkala sehat kita lupa dengan pencipta, tapi disaat sakit kita malah ingat denganNYA. Bukankah hal demikian merupakan keuntungan dari sakit, jikalau kita tidak diberi nikmat sakit mungkin saja kita semakin terlena dan lupa kepada sang Pencipata. []Wallahua'lam bi ash-Showab
Read More

Hanya Titik Putih

Gedung Perpustakaan Unej
Kita kecil? Dibanding alam semesta yang begitu luas, kita bukan siapa-siapa | Hanya setitik putih yang berdiri lemah tanpa daya di hadapan-Nya.

Kita besar? Dibanding semut sebagai makhluk ciptaan Allah, kita mampu berkuasa | Dengan sekejap kita bisa membuatnya terbujur kaku, saat hendak menyakitinya.

Kita hanya perlu tahu tentang alam semesta, tanpa harus pergi mencarinya | Sebab manusia lemah dan terbatas dalam lingkaran semesta.

Adakah kita tahu tentang alam selanjutnya? Kita hanya perlu mengimani dan mempersiapkannya | Dunia ladang amal untuk kehidupan abadi di akhirat sana.

Boleh saja kita menatap langit, namun jangan pernah lupakan bumi | Tempat kita bertani amal untuk dipetik di hari pembalasan nanti.

Siapkan amal terbaik dan contoh Rasulullah, lalu biarkan Allah yang menghakimi | Sudah siapkah kita? Nasihat untukmu wahai diri.
Read More

Saturday, September 24, 2016

Benarkah Syariat Islam Ribet?

Training Bersama Ustadz @Muhammad_Maliki
Ada orang yang mengatakan Islam itu ribet dengan syariat yang dijalankannya, karena mereka memakai Islam hanya ketika mereka terjebak dalam maksiat. Tapi berbeda jika anda memakai Islam saat belajar, kita merasakan Islam ribet hingga menyadari bahwa sebenarnya Islam begitu sempurna mengatur kehidupan.

Jika kita sudah mengenal Islam, maka kita tak akan merasakan ribetnya aturan Islam, justru kebahagiaan dan barokah hidup yang kita rasakan. Jika kita sudah memahami syariat Islam, maka maksiat pun akan ditinggalkan hingga yang tertinggal hanya kebaikan-kebaikan Islam dalam aspek kehidupan kita.

Akhirnya kita pun tak hanya mencukupkan diri dengan belajar Islam, pemikiran akan menggerakkan kita untuk menyampaikan Islam pada orang lain. "Tidaklah dunia ini dibanding akhirat kecuali seperti sesuatu yang apabila salah seorang di antara kamu memasukkan jarinya ke dalam sungai, maka lihatlah apa yang tersisa (di ujung jari) ketika mengeluarkannya?" [HR. Muslim]

Sehingga benarlah apa yang dikatakan Umar Ibn Khattab dengan doanya agar dunia hanya ditempatkan ditangannya, bukan dalam hatinya. Sebab dunia begitu melenakan, mudah menjerumuskan dalam hal sia-sia.

Padahal kita di dunia hanya bisa merantau 2 menit 1 detik dibanding relativitas waktu di padang mahsyar. Semua berlalu begitu cepat, amalan baik dan buruk pun telah berlalu. Nanti di padang mahsyar tempat kita menimbang segala amalan kita. Jika didunia kita tidak menyibukkan diri berkumpul bersama orang shaleh dalam kebaikan, maka kita akan memetiknya dengan balasan syurga.

Sekarang kita memilih, dalam kebaikan menjadi sholeh atau dalam keburukan menjadi salah. Teruslah berada dalam kebaikan, memperbaiki diri dan orang lain dengan Islam.
Read More

Friday, September 23, 2016

[Foto] Aerial Unej, Kamu Bakal Kagum Jadi Mahasiswa Disini!

Teknologi semakin berkembang, sarana untuk mengembangkan kreatifitas dalam bidang multimedia menjadi semakin mudah. Jika masih kesulitan, bisa jadi karena tidak mau berkembang atau kesulitan menyalurkan bakatnya. Sebagai salah satu contoh Profil Universitas yang dirilis 22 September kemarin menyajikan footage video yang luar biasa menggunakan drone.

Berikut ini adalah foto-foto yang dihasilkan dalam video tersebut, foto ini bakalan membut kalian kagum menjadi mahasiswa universitas jember karena keindahannya!

1. PSSI, PSTI, Perpustakaan, Rektorat, dan CDAST
Gedung PSSI, PSTI, Perpustakaan, Rektorat, dan CDAST
2. Double Way
Patung Double Way Unej
Jalan Double Way Une
3. CDAST dan Lapangan Rektorat
CDAST UNEJ
Lapangan Rektorat
4. Agrotechnopark Unej
Agrotekno Park
Agrotechnopark
5. Fakultas MIPA
Taman MIPA
Taman Fakultas MIPA
6. Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran
Dekanat Fakultas Kedokteran
7. Fakultas Pertanian
Tata Ruang Pertanian
Gapura Pertanian
8. FKIP dan FTP
Gedung 3 FKIP
Gedung FTP
Beberapa foto bagus masih ada yang belum diupload, nantikan postingan part 2 ya! Yuk bagikan kenanganmu di Universitas Jember dengan hashtag #kampusunej #sudutunej #weloveunej.

Untuk informasi terbaru jangan lupa kunjungi: https://www.unej.ac.id. Video profil unej 2016 bisa diakses link ini: https://youtu.be/h0HEshczu_I
Read More

Wednesday, September 21, 2016

[Video] Ibu, Terima Kasih Untuk Pengorbananmu



Terima Kasih Untuk Pengorbananmu Selama Ini, Wahai Ibu!

Siapapun yang hidup didunia ini akan sadar bahwa Ibu dan Ayah mengorbankan segalanya untuk membuat anaknya bahagia. Bisa merasakan seperti yang dirasakan orang lain. Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita masih berpikir-pikir untuk membuat orang tua bangga?

Editor: Nur Kholis Mansur
Narator dan Puisi by: Melodi dalam Puisi (Panji Ramdana)
Read More

Tuesday, September 20, 2016

Sebelum Aku Berani Menawar Surga-Nya.

Sebelum Aku Berani Menawar Surga-Nya.
Oleh: Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar

Adakalanya hati bagaikan tersayat belati hingga semuanya terasa tak berarti | Berlalu seakan tiada bekas yang telah membeku dalam amalan yang terbatas

Aku hanya sebutir pasir di pinggir samudra | Imanku belum seujung kuku dibanding mujahid kstaria, apalagi layaknya seperti ummat akhir zaman yang di rindukan Rasulullah

Aku hanya sebutir pasir di pinggir samudra. Ilmuku belum seujung kuku dibanding para mujtahid dan ulama | Yang meninggalkan jariyah bagi semesta sepanjang masa, maka dengan apa saya akan berani menawar surga?

Aku hanya sebutir pasir di pinggir samudra. Amalku belum seujung kuku dibanding para shiddiqin tanpa nama | Yang kontrbusinya signifikan, tetapi identitas diri disembunyikannya,maka dengan apa saya akan berani menawar surga?

Aku hanya sebutir pasir yang terus mencari makna, karena sebutir pasir tidak ada maknanya, kecuali bersama pasir-pasir lainnya, dan karena menjadi da'i adalah yang pertama dan utama | sebelum menjadi doktor, profesor atau apapun atribut dunia yang lainnya,

Sebelum aku berani menawar surga-Nya.
Read More

Friday, September 16, 2016

4 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Telat Wisuda

5 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Telat Wisuda
Foto: Wisuda Unej Periode 1 Tahun 2016)
Semester 7 mulai datang, segala persiapan amunisi untuk menyelesaikan skripsi telah tersedia. Genderang perang melawan tinjauan pustaka dan penelitian terdahulu mulai ditabuh. Semangat menggebu tak ada yang bisa mengganggu, mendatangi dosen untuk revisi walaupun hari sabtu atau minggu. Tercapai hasil memuaskan melalui sidang kelulusan, hingga tibalah diakhir perjalanan melihat teknis wisuda yang diberlakukan oleh Universitas. Pemberlakuan sistem kuota wisuda saat ini memudahkan semua mahasiswa yang sudah mulai menyelesaikan skripsinya untuk segera mendaftarkan diri menjadi wisudawan/wisudawati.
Cerita perjalanan menuju wisuda tersebut tentu tidak semulus menatap langit biru dengan awan putih yang menyejukkan, ada banyak cobaan, tantangan, hambatan, dll yang bisa jadi sangat memengaruhi proses penyelesaian skripsi dan tentunya menunda kelulusan mahasiswa. Kebanyakan alasannya bukan karena sibuk kerja atau fokus organisasi yang menyebabkan keterlambatan wisuda, ada banyak hal yang memanjakan dan tak sedikit pula yang terjebak dalam zona nyaman.

Pada umumnya keterlambatan lulus atau wisuda disebabkan oleh skripsi atau tugas akhir, beberapa mata kuliah yang belum diambil karena bersyarat, dan terlalu santai menjadi salah satu faktor terbesar. Kita tidak boleh menganggap hal-hal tersebut wajar saja, bukan berarti kita tidak boleh bersantai-santai. Tapi ingatlah, seharusnya kita sudah lulus loh. Maka dari itu, coba lakukan beberapa hal ini!

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah
Halaqoh (via:elfarad)
Kelulusan tertunda anggaplah sebagai rencana Allah yang akan menjadikanmu sebagai hamba yang semakin baik dengan Islam. Cobalah datangi kajian-kajian yang akan membuatmu menambah ilmu agama, sebab kita semua tahu selama kuliah tak pernah ada sedikitpun mata kuliah yang akan membuatmu menambah pengetahuanmu tentang agama.

2. Mulailah Berbisnis
Berbisnis (via: unej.shop)
Salah satu cara agar bisnis yang kau jalankan tak semakin membuat jauh dari kampus, cobalah berbisnis merchandise dengan target mahasiswa dikampusmu. Ini bisa menjadi salah satu trik agar selalu datang ke kampus. Sebab yang menjadi masalah bagi mahasiswa yang telat lulus, agak sulit untuk datang ke kampus.

3. Kursus
Kursus (via: emkeducation.com)
Langkah yang satu ini bisa diterapkan jika kamu punya tujuan untuk melanjutkan studi, gunakan waktu untuk kursus bahasa inggris bagi yang belum menguasainya. Sekalian bisa dijadikan sarana untuk memperoleh nilai TOEFL, salah satu persyaratan untuk lanjut S2.

4. Bekerja Part Time
bekerja (via:top10.net)
Salah satu solusi untuk mengurangi beban moral dari teman-teman dan adik tingkat, terutama orang tua. Cobalah untuk menghasilkan beberapa lembar rupiah untuk bisa bertahan hidup sendiri tanpa meminta lagi. Lebih baik lagi jika mampu memberikan hasil jerih payah kita untuk digunakan oleh orang tua dirumah.

***
Semua itu hanya pilihan yang bisa dijadikan sarana, tapi tugas utama untuk menyelesaikan studi harus menjadi prioritas. Sebab menunda wisuda sama dengan menunda kebahagiaan. Boleh bersantai-santai, tapi ingat tuntutan akan semakin besar jika semakin tertunda kelulusan. 
Read More

Friday, September 9, 2016

Jalan Dakwah Pastilah Indah

Jalan Dakwah Pastilah Indah
Jalan Dakwah Pastilah Indah
Oleh: Ustadz Felix Siauw

Tidak usah risau bila engkau mendapat kesulitan sebab ketaatan, sebab kesulitan itu akan hilang, sementara pahalamu sudah tetap, sulit itu ada akhirnya, sementara akhirat selama-lamanya

Risaulah bila engkau menikmati kemaksiatan, sebab ada masanya nikmat maksiat itu akan usai, dan berganti penyesalan di dunia, dan kesengsaraan yang panjang saat berhadapan dengan Allah

Jangan gelisah dengan ucapan manusia yang mencela sebab engkau terikat dengan hukum Allah, sebab engkau tidak dihisab sebab lidahnya, tapi dia pasti akan dimintai pertanggungan kelak

Gelisahlah jika lidahmu kaku dalam kebenaran, namun fasih dalam hal yang melalaikan bahkan haram. Sebab lidah takkan lagi bisa beralasan di hadapan pengadilan Allah, takkan bisa membela

Jangan merasa rugi bila hartamu habis di jalan dakwah, sebab justru itu harta sejatimu, yang setiap peraknya akan bersaksi, meminta ampunan bagimu, penutup kesalahan-kesalahanmu

Merasalah rugi bila hartamu begitu engkau sayangi, sampai-sampai tak sempat dibawa mati, tapi hanya ditinggal mati, dan dinikmati yang lain, tak jadi penolong bagimu disaat yang paling diperlukan

Jangan malu dan sungkan berbicara yang benar, karena kebenaran takkan pernah mengecewakan, syukur-syukur orang lain ridha dengan itu, bila tidakpun, Allah sudah pasti ridha denganmu

Malulah bila engkau menolak kebenaran, membela kesalahan, malulah bila engkau mengaku dirimu Muslim, tapi tidak terucap sedikitpun ayat atau hadis saat engkau berargumen.
Read More